Dihantam Corona, Empat Alasan ini Membuat Sektor Perhotelan RI Pulih Sebelum Tahun 2022

RISET yang dilakukan oleh United Nations World Tourism Organization (UNWTO – organisasi pariwisata dunia) menyatakan sektor pariwisata akan normal kembali pada tahun 2022 akibat imbas dari kasus korona virus ( covid 19). Namun sektor pariwisata Indonesia tidak selama itu.

Bahkan, diprediksi pariwisata Indonesia akan secepatnya kembali normal dan tidak sampai tahun 2022. Pasalnya pariwisata Indonesia diyakini akan cepat  pulih. Berikut alasan mengapa harapan itu bisa direalisasikan :

Pemerintah Siapkan Program Recovery

“Ada beberapa riset UNWTO  dan lembaga lain normalisasi di sektor Pariwisata dunia baru normal hingga 2022  itu bicara dunia, Kita yakin percepatan dan proses normalisasi tidak sampai selama itu apalagi. Kalau kita  bicara recovery dan kami mempersiapkan normalisasi bisa mempercepatnya,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Menparekraf) Wishnutama Kusbandio dalam acara video confrence antara Kemenpar, PHRI, ASITA dan Wartawan. di Jakarta, Selasa (7/4).

Menurutnya, sektor pariwisata normal pada tahun 2022 tersebut hanya bersifat psikologis lebih kepada travellers atau wisatawan. Karena selama ini harus work from home yang membuat orang tidak bisa keluar dan bahkan dan bahkan ada juga yang mau ingin keluar.

“Psikologis travellers terhadap trauma karena  karena selama ini harus work from home yang membuat orang tidak bisa keluar dan bahkan dan bahkan ada juga yang mau ingin keluar. ini paling bisa dilakukan dan dilakukan secara recovery. Kita berharap psikologis yang ingin pergi, dari traveller atau wisatawan yang ingin pergi saja.  Ini krisis dunia, belum lagi airlines juga harus dipikirkan, semua harus dibangun kembali dan bukan hal yang mudah. Kaitannya dengan transportasi, tidak bisa bergerak. Indonesia sendiri saja, melainkan seluruh negara juga bergerak. Saya tidak berharap normalisasi hingga 2022, “ tegasnya.

Minimalisir Dampak Covid-19

Menurut Wishnutama setiap negara punya kebijakan yang berbeda dalam hal penanganan virus korona ini. Namun, bagi Indonesia, untuk mempercepat pemulihan di sektor pariwisata, pemerintahan telah membuat berbagai kebijakan untuk meminimalisir dampak dari covid-19 tersebut.

Ada beberapa  tahapan yang dilakukan disektor pariwisata misalnya fase pemulihan atau tanggap darurat adalah melakukan support kepadaa tenaga medis, catering dan sebagainya.

“Ini perlu dukungan luar biasa, dampaknya luar biasa dan kenapa kita harus dukung karena persoalannya adalah kesehatan makanya saat mempersiapkan akomodasi dan transportasi adalah syarat utama dan bukan hal yang sederhana untuk dilakukan,” tegasnya.

Kemudian fase recovery dan pemilihan. “ kita harus optimissetelah pandemi birus vorona ini sektor pariwisata akan jauh lebih baik dari saat ini,” tegasnya.

Usulkan Keringanan Pajak

Sementara itu Ketua Umum PHRI Haryadi Sukamdani mengatakan, berdasarkan data PHRI pada tanggal 6 Maret 2020, ada sekitar 1.266 hotel dari 31 provinsi di Indonesia yang tutup akibat virus korona. Adapun daerah yang paling banyak hotelnya tutup adalah Jawa Barat sebanyak 320 hotel, DI Yogyakarta sebanyak 98 hotal dan DKI Jakarta 96 hotel.

Namun ada usulan dari PHRI kepada pemerintah agar ada keringanan untuk pajak, perbankan untuk membantu likuiditas pekerja. Menangguhkan pembayaran kredit baik karyawan maupun pengusahanya, serta penangguhan pembayaran BPJS karyawan hingga 1 tahun.

Pemerintah Siapkan Rp500 Miliar

Sementara itu Sessmenparekraf  Giri Adnyani mengatakan saat ini Kemenparekraf  sebelumnya menyediakan dana sebesar Rp 500 miliar buat bencana wabah covid diantaranya pendukungan hotel, transpoetasi buat tenaga medis. Namun kemarin  keluar kepres seluruh kementerian dan lembaga terkena penghematan untuk alokasi, sehingga total  yaang akan dikeluarkan oleh Kemenparekraf menjadi Rp 1,07 triliun untuk mendukung penanganan covid.

“Kita untuk mengexcercise dan untuk hotel sedang dihitung terlebih dahulu seberapa sudah berjalan dan berapa lagi yang kita akan dukung.,” tegasnya. (Lmg)

Sumber : KR Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *