Hati-hati Goweser, Laka Lantas Libatkan Pesepeda Meningkat

YOGYA, KRJOGJA.com – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda, meningkat seiring euforia penggunaan salah satu alat transportasi itu di jalanan. Kurun waktu tiga bulan yakni sejak Maret hingga Mei 2020, terjadi 48 kasus laka lantas yang melibatkan pesepeda. Dari jumlah tersebut, Ditlantas Polda DIY mencatat, 4 orang pesepeda meninggal dunia.

Kepolisian mengingatkan pentingnya kehati-hatian dan konsentrasi saat bersepeda di jalanan. Dirlantas Polda DIY Kombes Pol I Made Agus Prasetya SIK mengungkapkan, sejak Maret hingga April, terjadi 1.033 laka lantas. Dari jumlah tersebut, laka yang melibatkan sepeda sebanyak 48 kasus dengan korban meninggal dunia 4 pesepeda. Dengan rincian, pada Maret terjadi 20 kasus laka lantas pesepeda dengan korban jiwa 1 orang. Sedangkan April, dari 16 kasus laka lantas, 1 orang meninggal atau 5 persen dari korban meninggal keseluruhan selama laka lantas di bulan tersebut yang mencapai 22 orang.

Sementara untuk Mei, dua orang pegowes meninggal dunia dari 24 korban tewas laka lantas yang terjadi di bulan tersebut. “Laka lantas terjadi di jalur utama, mayoritas di Sleman dan Bantul. Saya sudah perintahkan Kasat Lantas di wilayah tersebut untuk memberikan atensi terkait laka yang melibatkan pesepeda ini,” ujar Dirlantas, Jumat (26/6/2020).

Menurut I Made, ada beberapa faktor penyebab laka lantas pesepeda. Namun faktor pertama dari pesepeda yang tidak memenuhi aturan dan tidak konsentrasi saat di jalan. “Permasalahan pengendara sepeda memang sudah diatur di dalam Undang-undang agar para pengendara lain menghormati pejalan kaki dan pesepeda. Tapi di era ‘new normal’ ini, euforia tinggi, sehingga kami imbau agar pesepeda menghormati pemakai jalan lain,” ungkap Dirlantas.

Selain menghormati pemakai jalan lain, untuk mengantisipasi laka lantas, Dirlantas akan menerjunkan anggotanya untuk memberikan imbauan kepada pesepeda. Teguran secara simpatik juga akan diberikan kepada pesepeda agar tertib di jalan dan tidak bergerombol. Ke depan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan agar menyediakan jalur khusus pesepeda dalam upaya mengurangi laka lantas. Sehingga pesepeda lebih terjamin keselamatannya dan tidak mengganggu kendaraan lain.

“Pesepeda memang mendapatkan prioritas menurut Undang-undang, namun mereka juga harus penuhi standart keamanan,” pungkas Dirlantas.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto SIK memberikan imbauan agar pesepeda terhindar dari laka lantas. Pertama semua pengguna jalan termasuk pesepeda, harus saling menghormati dengan pengguna jalan lainnya. Kemudian mengikuti aturan di jalanan, seperti tidak bergerombol saat bersepeda dan menggunakan pelindung kepala.

Kombes Yuliyanto juga mengarahkan agar pesepeda menghindari jalur padat kendaraan. “Bersepeda itu kan agar sehat. Silakan gowes ke pegunungan atau kampung-kampung untuk jaga stamina selama pandemi. Saat ini fasilitas jalan di gunung dan kampung juga sudah bagus,” pungkasnya.(Ayu)

Sumber : KR Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *