Kasus Positif Corona Tembus 100 Ribu, Pemulihan Ekonomi Berat?

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini ramalan yang menyebutkan Indonesia akan menjadi negara dengan pemulihan ekonomi paling cepat setelah China.

“Indonesia juga diproyeksikan masuk ke kelompok dengan pemulihan ekonomi tercepat setelah Tiongkok. Ini juga kalau proyeksi ini benar, saya kira patut kita syukuri,” ujarnya.

Dia menjelaskan beberapa lembaga keuangan dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 kembali tinggi. IMF memperkirakan 5,4%, bank dunia 4,2% dan OECD 2,8-5,2%.

“Saya kira kalau perkiraan ini betul, kita akan berada pada posisi ekonomi yang juga mestinya itu di atas pertumbuhan ekonomi dunia,” ujarnya.

Padahal wabah COVID-19 yang menjadi akar masalahnya masih menyebar di Indonesia. Hingga 29 Juli 2020 total kasus positif Corona di Indonesia sudah mencapai 104.432. Selain itu, total ada 62.138 pasien yang dinyatakan sembuh dan 4.975 pasien Corona yang dilaporkan meninggal dunia.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, faktor utama untuk pemulihan ekonomi Indonesia adalah menghilangkan pandemi virus Corona atau COVID-19.

Nonsense ekonomi bisa pulih kalau ancaman pandemi masih tinggi,” ujarnya kepada detikcom, Rabu (29/7/2020).

Jika COVID-19 masih ada, masyarakat ragu untuk berbelanja. Dengan begitu, konsumsi yang masih menjadi motor terbesar pertumbuhan ekonomi belum bisa diandalkan. Efeknya pun akan menjalar ke investasi dan industri manufaktur.

Di sisi lain, lanjut Bhima, pemerintah dinilai kurang fokus pada stimulus di bidang kesehatan yang pencairannya baru 7%. Dia juga menilai bantuan untuk UMKM sebagai penopang ekonomi juga belum optimal.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah juga memiliki pandangan yang sama. Ekonomi akan sulit pulih sepenuhnya jika COVID-19 masih menyerang Indonesia.

“Saya nggak peduli mau nomor berapa, bukan hal penting, yang utama sekarang bagaimana kita fokus mengatasi wabah, membantu masyarakat terdampak dan menjaga ketahanan dunia usaha. Caranya adalah dengan merealisasikan secara cepat semua stimulus fiskal yang sudah direncanakan,” ujarnya.

Dia menerangkan, banyak hal yang menjadi faktor utama dari pemulihan ekonomi Indonesia cepat. Salah satunya menjaga dunia usaha dan sektor keuangan agar tetap stabil selama masa pandemi.

“Kalau wabah bisa ditanggulangi dengan cepat, misalnya bisa berakhir sepenuhnya pada tahun 2021, dan dunia usaha kita saat itu masih bertahan tidak bangkrut maka kita bisa segera proses recovery,” terangnya.

Piter memprediksi, pada 2022 ekonomi Indonesia akan pulih seutuhnya bahkan lebih tinggi. Asalkan dunia usaha masih bisa bertahan selama masa berat pandemi.

Sementara faktor yang paling penting lainnya adalah COVID-19 itu sendiri. Pandemi ini yang menjadi penyebab ekonomi Indonesia babak belur. Selama pandemi ini masih ada, ketidakpastian masih terus menyelimuti.

Sumber : Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *