Terkait Kasus Covid-19 di DIY, Kabupaten dan Kota Didorong Swab Massal

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang ada di kabupaten/kota se-DIY senantiasa mendorong diintensifkan pelaksanaan Polymerase Chain Reaction (PCR) atau tes swab berskala besar maupun mandiri selain Rapid Diagnostic Test (RDT) yang telah digulirkan selama ini.

Pelaksanaan tes swab masif maupun mandiri justru akan dapat memberikan gambaran seberapa tinggi tingkat infeksi Covid-19 yang ada di DIY baik pada perorangan maupun warga dengan menemukan secepat mungkin kasus-kasus positif Covid-19 tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY drg Pembajun Setyaningastutie MKes mengatakan pemeriksaan PCR langsung justru memenuhi amanah atau instruksi pemerintah pusat. Dengan semakin banyak warga yang di PCR sebenarnya mendapatkan gambaran seberapa tinggi tingkat infeksius virus Corona yang ada di DIY baik pada perorangan maupun warga.

“Sasaran awal tes swab massal di DIY adalah petugas kesehatan petugas kesehatan di Puskesmas. Setelah itu selesai, sasaran PCR massif selanjutnya petugas kesehatan yang ada di Rumah Sakit (RS) yang diprioritaskan di 27 RS Rujukan Covid-19 di DIY,” tutur Pembajun di Kepatihan, Jumat (14/8/2020).

Pembajun menjelaskam sasaran tes swab massal bagi petugas kesehatan di 27 RS Rujukan Covid-19 di DIY inipun lebih difokuskan pada petugas kesehatan yang berada di IGD maupun ruang isolasi. Pihaknya berharap seluruh petugas medis di DIY dapat melaksanakan tes swab ini berbagi dan bersinergi bersama-sama dengan Dinkes Kabupaten/Kota se-DIY.

“Terlebih kasus positif Covid-19 di DIY banyak yang tidak bergejala atau Orang Tanpa Gejala (OTG) dan sudah banyak terjadi di masyarakat. Sekarang yang harus diaktifkan adalah kita semua bersama-sama menurunkan terjadinya penularan di masyarakat,” tandasnya.

Dinkes DIY menilai tinggal kemauan dan kesadaran dari semua pihak untuk menekan kasus positif Covid-19 di DIY saat ini. Mengingat kasus positf Covid-19 di DIY sudah banyak yang merupakan transmisi lokal.

“Kasus positif Covid-19 transmisi lokal ini sudah terjadi di DIY dan kita tidak bisa menyalahkn kiri kanan. Ya sudah sekarang apa yang harus kita lakukan ke depan dengan menemukan secepat mungkin kasus-kasus itu. Apalagi sekarang masyarakat sudah tidak mungkin disuruh berdiam diri di rumah terus menurus karena mereka butuh beraktifitas ekonomi, boleh tapi tolong pakai masker dan jaga jarak,” ungkap Pembajun.

Pihaknya juga akan menggelar pasar sehat yang bisa menjadi salah satu indikator kedisplinan masyarakat di sana. Para penjual dan pembeli di pasar sehat harus memakai masker dengan benar.

Sedangkan Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Dr dr Irene MKM mengungkapkan, angka kesembuhan yang meningkat di DIY dikarenakan mayoritas pasien Covid-19 adalah tanpa gejala. Sehingga pasien dapat sembuh lebih cepat, karena tidak memperburuk kondisi seperti yang terjadi pada mereka yang memiliki komorbid.

“Meski mayoritas adalah tanpa gejala, tapi swab massal terus kami gencarkan. Ternyata dari situ banyak yang tanpa gejala cepat ditemukan. Selain itu mereka yang belum bergejala cepet juga sembuhnya. Jadi kami terus proaktif untuk mencari,”ungkapnya.

Lebih lanjut Irene menambahkan, semakin banyak ‘tracing’ yang dilakukan diharapkan bisa semakin memutus mata rantai penularan. Untuk itu pihaknya menyambut positif ada tracing massal yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Walaupun konsekuensi dari adanya tracing massal tersebut laboratorium harus pontang-panting memeriksa sampai tengah malam. Tapi semua itu bagian dari perjuangan bersama yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

“Kita akan terus berjuang menemukan kasus dini, yang tidak ada gejala, dan memutus rantai penularan dan menyelamatkan umat sampai akhirnya vaksin ditemukan,”ungkapnya. (Ira/Ria)

Sumber : KR Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *