Ekonomi RI Diramal Minus Dihantam Corona, Masih Menarik buat Investor?

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan ekonomi nasional bakal berada zona negatif pada kuartal III-2020. Hal itu diungkapkannya saat rapat kerja (raker) pemerintah dengan Komisi XI mengenai asumsi dasar makroekonomi tahun 2021.

Sri Mulyani mengatakan, pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2020 berada di kisaran minus 1,1% hingga positif 0,2%.

“Lower end dari prediksi kita menunjukkan bahwa mungkin di kuartal III (ekonomi) kita mungkin masih negatif growth dan kuartal IV masih dalam zona sedikit di bawah netral,” katanya di ruang rapat KK1 DPR, Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Meski demikian, masih ada optimisme dari para pelaku pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depannya.

Managing partner Business Services RSM Indonesia Nicholas James Graham, atau lebih dikenal Nick. Menurutnya, banyak investor global menganggap COVID-19 sebagai speedbump (polisi tidur). Sebuah masalah sementara dan tidak akan terjadi selamanya.

Sehingga rencana awal yang telah dibuat oleh investor asing tetap akan dilanjutkan. Hal inilah yang meyakininya masih banyak investor asing berminat berinvestasi di Indonesia.

Namun Nick mengakui, masih ada permasalahan yang sering dialami investor asing saat ingin berinvestasi di Indonesia. Salah satunya adalah biaya logistik. Biaya yang dikeluarkan untuk ekspor dan impor masih lumayan tinggi. Tidak hanya itu, biaya logistik antarpulau di Indonesia juga besar.

“Semua penanaman modal asing (PMA) harus ada laporan keuangan yang diaudit. Padahal, sebelumnya ini tidak ada. Ini hal yang buruk bagi PMA karena menambah biaya lagi,” ujar Nick. Di luar itu, tidak semua regulasi yang ada mudah dimengerti dan diimplementasi.

Apa yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan iklim investasi di Indonesia? Nicholas mengungkapkan pemerintah dapat fokus kepada perekonomian yang membuat biaya tinggi seperti logistik, pendanaan para pekerja, regulasi yang baik, dan go digital.

Selain itu ada baiknya jika menjalankan kerjasama dengan usaha-usaha kecil yang berpotensi berkembang.

Sumber : Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *