Jadi Andalan DIY, Pariwisata Gunungkidul Harus Berkelanjutan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Gunungkidul saat ini menjadi salah satu andalan magnet wisata di DIY. Potensi alam luar biasa menjadi keunggulan dengan bentang garis pantai dan karst yang dimiliki.

Namun begitu saat ini masih terdapat beberapa permasalahan yang terjadi sehingga pariwisata di Kota Gaplek tidak maksimal. Salah satu tokoh yang juga calon wakil bupati Martanty Soenar Dewi mengatakan saat ini di Gunungkidul masih terdapat banyak penambangan karst secara liar yang mengancam keseimbangan ekosistem alam.

“Ini jadi sorotan saya, alam Gunungkidul sangat luar biasa tapi kalau tidak dijaga bisa rusak. Masih banyak penambangan liar karst yang tentu lambat laun akan merusak alam. Dinas terkait harus memberikan pengawasan, ijin penambangan juga diseleksi tak asal saja tapi komitmen dan aturan ditegaskan. Potensi wisata kita bisa tercela hanya karena penambang liar yang ada,” ungkap Martanty ketika berbincang dengan media di kawasan Sinduadi Mlati Sleman, Minggu (1/11/2020).

Di sisi lain, luar biasanya eksotisme pariwisata Gunungkidul dirasa belum maksimal dalam bidang infrastruktur. Kurangnya penginapan yang nyaman serta atraksi dan pengemasan buah tangan membuat wisatawan belum bisa berlama-lama berada di Gunungkidul.

“Selama ini memang roadmapnya sudah disusun luar biasa oleh Bu Badingah di pemerintahan sekarang. Tapi ya lenght of stay di Gunungkidul masih sebentar sekali, orang jalan-jalan di sana tapi nginapnya di Yogyakarta, ya cuma kebagian retribusi saja Rp 10 ribu. Lalu juga souvenir dan oleh-oleh khas Gunungkidul harus lebih bagus lagi agar wisatawan ya belinya itu kalau ke sana,” ungkapnya lagi.

Martanty sendiri menjadi satu-satunya calon perempuan dalam kontestasi Pilkada Gunungkidul tahun 2020 ini. Ia berpasangan dengan Immawan Wahyudi yang merupakan incumbent.

Pilkada Gunungkidul tahun ini cukup menarik karena terdapat empat pasangan calon yakni nomor urut 1 Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widanto, nomor urut 2 Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi, nomor urut 3 Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi dan nomor urut 4 Sunaryanta-Heri Susanto. (Fxh)

Sumber : KR Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *