Gerak Cepat Sandiaga Uno Bangkitkan Industri Pariwisata

Jakarta – Sejak dipilih dan dilantik menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Rabu (23/12), Sandiaga S Uno seperti tak mengenal hari libur. Sepanjang hari Natal, dia aktif di kediamannya menjalin komunikasi dengan berbagai elemen terkait di industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selain berdiskusi dengan Wakil Ketua Kadin bidang Industri Kreatif Erik Hidayat, dia melakukan diskusi jarak jauh dengan para mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif seperti Mari E. Pangestu dan Arif Yahya, serta mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

“Mereka memberikan berbagai masukan, termasuk mas Tama (Wishnutama), dia dah komit akan bantu saya. Pokoknya kita Gercep (gerak cepat) lah. Kami akan go all out demi pulihnya ekonomi nasional,” kata Sandiaga kepada tim Blak-blakan detikcom, Kamis (25/12/2020).

Selain itu dia juga melakukan pembicaraan telepon dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Darinya dia mendapatkan data yang ada di Bappenas dan BPS bahwa 30-33 juta lapangan kerja di sektor wisata dan ekonomi kreatif itu jam kerjanya berkurang drastis.

Dari biasanya lima hari kerja dalam seminggu, sejak berbulan lalu jadi cuma 1-2 hari seminggu. “Pendapatan mereka turun 70-80%. Mereka nggak kelihatan di-PHK, tapi jam kerjanya berkurang,” kata Sandiaga menirukan penjelasan Suharso.

Kondisi tersebut pada gilirannya tentu akan berdampak besar terhadap ekonomi keluarga mereka. Bila konsumsi mereka turun, ekonomi nasional pada akhirnya juga akan terpuruk.

“Kami bertanggung jawab untuk menyelamatkan mereka. Tak cuma agar survive, tapi saya ingin mereka ambil peluang untuk jadi pemenang akibat pandemi ini,” kata Sandiaga.

Rencananya, Sabtu besok dia akan ke Bali untuk berdiskusi dengan Gubernur Bali I Wayan Koster. Lalu lanjut meninjau Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo (NTT), Likufang di Sulawesi Utara, dan terakhir ke Mandalika di NTB.

“Saya ingin melihat apa saja potensi quick win, dan hambatan yang mungkin bisa saya carikan solusi secepatnya dalam program 30-100 hari ke depan,” ujarnya.

Sumber : Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *