Tahun Kerbau Logam, Ekonomi RI Diprediksi Masih ‘Ngos-ngosan’

Jakarta – Berdasarkan ilmu astrologi China, tahun 2021 adalah tahunnya kerbau logam. Dua orang pakar Feng Shui meramal, di tahun kerbau logam ini perekonomian Indonesia belum sepenuhnya pulih dari tekanan, seperti yang terjadi di tahun 2020.

Menurut pakar Feng Shui Suhu Xiang Yi Hong, perekonomian Indonesia bahkan masih ‘ngos-ngosan’ atau berat untuk pulih.

“Di 2021 itu elemennya logam dan tanah. Karena kerbau tanah, dan tanah menghidupkan logam, sehingga logam itu banjir. Kalau logam mewakili uang, berarti ekonomi di 2021 masih ngos-ngosan,” kata Suhu Yi kepada detikcom Kamis (1/1/2021).

Menurutnya, kritik para ekonom terkait membengkaknya utang luar negeri Indonesia selama pandemi COVID-19 di 2020 perlu dicermati pemerintah di tahun kerbau logam.

“Jadi ada ekonom yang kritik perekonomian negara, utang sudah besar, itu wajar. Lalu segala sesuatu yang berhubungan dengan ekonomi harus hati-hati,” tegasnya.

Dihubungi secara terpisah, pakar Feng Shui Suhu Yo bahkan meramal ekonomi Indonesia di 2021 akan lebih terpuruk dibandingkan 2020.

“Ekonomi pada tahun 2021 akan lebih parah dari tahun 2020, karena krisis ekonomi dunia,” ujar Suhu Yo.

Penyebabnya karena kemungkinan besar pandemi virus Corona belum usai di tahun kerbau logam. “Pandemi baru akan selesai pada tahun 2023,” ujarnya.

Ia pun membeberkan, faktor yang membuat ekonomi Indonesia diramal belum pulih cepat ialah ancaman bencana banjir, volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar, dan menurunnya daya beli masyarakat.

“Lalu juga banyak pabrik yang tutup pada tahun 2021 karena krisis ekonomi dunia,” jelas dia.

Kembali ke Suhu Yi, ia memprediksi, perekonomian Indonesia punya potensi pulih pada semester II-2021. Pasalnya, ia menggambarkan kerbau itu adalah sosok gudang bagi logam. Sehingga, logam hadir bersama gudangnya.

Di 6 bulan pertama 2021, ia menggambarkan logam itu keluar dari gudang, dan terletak di atas gudang.

“Itu adalah logam keluar dari gudang, berada di atas gudangnya. Jadi di 2021 ini masih tahun yang perlu perjuamgan. Setengah tahun awal orang masih bingung,” imbuhnya.

Namun, di 6 bulan terakhir, kondisi ekonomi berpotensi pulih. “Setengah tahun berikutnya orang diwakili oleh gudangnya. Jadi tahun-tahun pertama masih buruk, di akhir bisa membaik,” tutup Suhu Yi.

Sumber : Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *