7 Skill yang Harus Dimiliki Biar Bisnis Makin Cuan di 2021

Jakarta – Tahun 2021 ini pandemi virus Corona (COVID-19) belum usai. Tentunya, hal ini masih menjadi tantangan buat perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Dunia bisnis pun terdampak langsung oleh pandemi Corona, dan tak sedikit bisnis-bisnis yang berjatuhan.

Untuk itu, beberapa keterampilan atau skill dibutuhkan untuk membuat bisnis jauh dari ancaman kerugian atau tutup lapak, tapi justru semakin cuan.

Menurut Co-Owner Gratyo Bandung sekaligus mentor bisnis Hendra Hilman, ada 7 skill yang harus dimiliki agar bisnis bisa semakin cuan di 2021.

1. Persuasif

Hendra mengatakan, skill pertama yang harus dimiliki adalah persuasif. Seorang pebisnis harus mampu mempengaruhi orang agar mau menjadi pelanggan dari usaha pebisnis tersebut.

“Apapun bisnis Anda, misalnya berjualan sandal jepit, minuman, jasa mengajar online. Intinya Anda bisa meyakini orang,” kata Hendra dalam tayangan dMentor episode Potensi Bisnis 2021, Selasa (5/1/2021).

Hendra mengatakan, pebisnis bisa menjadi persuasif dengan memanfaatkan berbagai media, seperti Youtube, Instagram, atau media sosial lainnya pun bisa menjadi alat mempengaruhi orang agar menjadi pelanggan dari usaha pebisnis tersebut.

2. Copywriting

Tak jauh berbeda, skill copywriting adalah cara untuk bisa mempengaruhi atau meyakini pelanggan.

“Bedanya, ini skill untuk mempengaruhi orang tetapi secara tertulis,” tutur Hendra.

Ia mengatakan, copywriting skill sangatlah krusial dan wajib dimiliki saat ini.

“Karena apa? Kita kan chatting, Whatsapp, semua dilakukan by chat, by text. Jadi harus punya skill copywriting supaya mempengaruhi orang melalui teks,” imbuh dia.

3. Closing

Closing maksudnya adalah kemampuan untuk membuat orang pada akhirnya membeli produk dari pebisnis tersebut.

“Bagaimana kita membuat orang menjadi beli produk saya. Mengkonversi dari orang yang nanya-nanya, yang belum mau beli produk Anda, tapi Anda yakinkan mereka, closing mereka, supaya akhirnya mereka beli produk Anda,” jelas Hendra.

4. Manajemen Waktu

Manajemen waktu atau time management adalah skill yang juga wajib dimiliki. Seorang pebisnis harus bisa mengatur waktu agar bisa sukses menjalankan usahanya.

“Kalau Anda mau sukses harus mengatur waktu. Disesuaikan dengan kebutuhan Anda juga. Misalnya bisnisnya mau dimulai dari pagi sampai jam 6 sore, atau dari malam hari, ya itu Anda yang atur,” ungkapnya.

Apalagi, bagi seorang yang memiliki pekerjaan lain, dan bisnisnya adalah pekerjaan sambilan. Menurutnya, time management sangatlah wajib dimiliki. Dan juga, pebisnis harus bisa membuang waktu yang tak bermanfaat untuk fokus pada usahanya.

“Banyak yang bilang saya sibuk, nggak punya waktu, banyak kerjaan. Nah berarti time management kurang disiplin,” jelasnya.

5. Multi Tasking

Multi tasking adalah kemampuan untuk bisa menyelesaikan banyak pekerjaan dalam satu waktu.

“Banyak orang hanya bisa single tasking. Nah 2021 Anda harus bisa melakukan banyak hal di waktu yang sama. Contoh, misalnya di dalam waktu 30 menit saya bisa mengerjakan 1 pekerjaan, balas email, atau mengunggah 1-2 unggahan di Instagram. Nah di 2021, dalam 30 menit saya bisa mengerjalan lebih banyak pekerjaan, posting bisa, cek email bisa, cek analisis data-data yang masuk, dan sebagainya,” imbuhnya.

6. Kepemimpinan dan Komunikasi yang Efektif

Menjalankan bisnis berarti bekerja dengan orang lain. Tak mungkin bisnis sepenuhnya dijalankan sendiri. Pebisnis pasti punya rekan kerja, mulai dari pegawai, mitra pemasok bahan baku atau distributor, dan sebagainya. Oleh karena itu, kepemimpinan dan komunikasi efektif sangatlah penting.

“Kita harus bisa komunikasi dengan efektif. Jangan bisa apa yang kita sampaikan tidak jelas. Kepemimpinan itu bagaimana cara merespons terhadap keadaan. Bagaimana memotivasi, mendukung orang,” urai Hendra.

7. Kolaborasi

Kolaborasi juga kemampuan yang penting. Di segala lini usaha, kolaborasi sangatlah penting untuk memperluas target pasar.

“Misalnya saya business coach, saya berkolaborasi dengan dokter gigi. Tapi ternyata, orang yang datang ke dokter gigi atau ke business coach sama-sama seorang pengusaha. Nah, jadi kita bisa berkolaborasi misalnya dengan bisnis lain yang berbeda, tapi punya target konsumen yang sama,” pungkas Hendra.

Sumber : Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *