3 Fakta soal Sandiaga dan Toilet di Tempat Wisata

Jakarta – Membenahi toilet di tempat wisata nampaknya akan menjadi tugas utama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Tugas ini pun langsung diberikan ke Sandi oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

“Soal-soal kecil, seperti WC itu juga perlu diperbaiki. Jadi orang datang ke spot itu nggak kapok,” kata Luhut dalam sebuah rapat dengan Sandiaga, dikutip Jumat (8/1/2021).

Sandiaga pun nampaknya langsung gerak cepat melakukan tugasnya. Begini 3 faktanya.

1. Revolusi Pariwisata Dimulai dari Kebersihan Toilet

Menurut Sandiaga revolusi mental dan pariwisata akan dimulai dari kebersihan toilet. Saat membahas soal toilet di depan Komisi X DPR RI, Sandiaga juga menyebut pepatah lama, kebersihan adalah sebagian dari iman.

Hal ini pun harus diterapkan pada toilet di seluruh tempat wisata di Indonesia. Menurutnya, setiap meninjau tempat wisata, toilet merupakan tempat yang tidak bisa diwakili kunjungannya. Maka Sandiaga pasti akan melakukan pengecekan ke toilet.

“Masalah toilet, kebersihan itu adalah sebagian dari iman. Jadi revolusi kita, revolusi mental dan revolusi pariwisata kita, saya beranggapan bermulanya itu dari toilet,” ujar Sandiaga dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, Kamis (14/1/2021).

“Toilet itu, adalah dua tiga tempat yang harus kita kunjungi dan tidak bisa diwakili,” tandasnya.

Menurutnya, masyarakat pun cukup antusias dalam memperbaiki kualitas toilet. Dia bercerita saat dirinya mengatakan mau membuat Satgas Toilet Nasional banyak pihak yang ingin bergabung. Bahkan istri dan ibunya pun ingin ikut serta juga.

Dari catatan detikcom, Sandiaga memang pernah mengatakan akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Toilet Nasional. Hal ini merupakan jawabannya atas permintaan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang ingin WC di tempat wisata dibenahi kualitasnya.

Sandiaga mengatakan, program Satgas Toilet Nasional ini akan dia kerjakan dalam setahun ke depan. Dalam pelaksanaannya ia akan melibatkan berbagai pihak, termasuk pentahelix pariwisata yaitu akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media.

2. Kurangi Praktik Toilet Berbayar

Sandiaga juga sempat menyoroti praktik toilet berbayar di beberapa tempat wisata. Dia mengatakan dirinya ingin toilet di tempat wisata bisa digunakan dengan gratis. Dia sempat bergurau Indonesia sudah 75 tahun merdeka, namun pakai toilet saja harus bayar.

“Saya ada pemikiran begini, selama ini kan toilet harus bayar di tempat pariwisata. Masa kita sudah 75 tahun merdeka, pakai toilet harus bayar gitu,” kata Sandiaga.

Dia mengaku saat ini sedang menangani masalah itu dengan jajaran Kemenparekraf. Sandiaga mengatakan dia sedang menyusun rencana untuk membuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar toilet tidak berbayar di tempat wisata.

“Ini saya lagi ngomong sama Mba Wamen dan Bu Sesmen, apakah kita bisa punya program gitu di tempat wisata gitu kita kolaborasikan,” ujar Sandiaga.

3. Banyak Dicurhati Toilet Kotor

Sandiaga mengaku dirinya sering mendapatkan keluhan soal kebersihan di beberapa daerah wisata yang ada di Indonesia.

Sandiaga mengaku keluhan datang kepadanya soal daerah wisata yang pengelolaan sampahnya kurang baik. Bahkan, ada beberapa juga keluhan soal toilet yang kotor.

“Ini banyak juga keluhan daerah wisata itu banyak sampah, ada juga keluhan toilet kotor, dan lain sebagainya,” ujar Sandiaga.

Mengatasi hal itu, dia mengatakan kini pihaknya punya program unggulan dengan nama BISA. Maksudnya, membuat kawasan wisata menjadi bersih, indah, sehat, dan juga aman.

“Kita punya program unggulan untuk pemulihan destinasi dengan gerakan BISA, yaitu bersih, indah, sehat, dan aman,” kata Sandiaga.

Sumber : Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *