Mal Mulai Ramai Jelang Lebaran tapi Masyarakat Masih Tahan Belanja Nih

Jakarta – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 hijriyah, pusat-pusat perbelanjaan mulai ramai oleh masyarakat yang ingin membeli pakaian baru, atau pun makan bersama teman atau keluarga di restoran. Tingkat pengunjung dan penjualan tenant di mal pun menunjukkan kenaikan yang signifikan.

“Tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan pada bulan April sampai dengan awal Mei ini memang lebih tinggi daripada bulan – bulan sebelumnya,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja kepada detikcom, Kamis (6/5/2021).

Ia mengatakan, puncaknya kenaikan pengunjung di mal terjadi pada akhir pekan lalu. Namun ia memastikan jumlah pengunjung masih belum menyentuh batas 50% dari kapasitas maksimal.

“Pada akhir pekan lalu hampir menyentuh batas maksimal 50%, tapi secara rata-rata adalah sekitar 40%,” ungkap dia.

Oleh sebab itu, ia memastikan tak ada kerumunan di mal seperti yang terjadi di pasar-pasar tradisional pekan lalu.

“Dalam SOP (standard operating procedure) yang dimiliki oleh pusat perbelanjaan telah ada pengaturan juga untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan kunjungan ke pusat perbelanjaan,” tegas Alphonsus.

Dihubungi terpisah, Dewan Penasehat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Tutum Rahanta mengatakan, memang ada kenaikan jumlah pengunjung di pusat-pusat perbelanjaan. Hal itu pun membuat transaksi di ritel-ritel juga naik sekitar 40% jika dibandingkan bulan Januari-Februari 2021.

“Karena Januari-Februari kan tidak ada seasonal, mulai peningkatan 30-40% ada dibandingkan Januari-Februari. Tapi untuk produk baju, pasti di atas itu,” terang Tutum kepada detikcom.

Meski begitu, kenaikan jumlah transaksi atau penjualan belum kembali normal seperti sebelum pandemi. Pasalnya, masyarakat masih menahan belanja mereka, dan juga ada larangan mudik yang membuat masyarakat tak berbelanja banyak menjelang Lebaran.

“Kalau mudik kan anda harus bawa oleh-oleh, kalau sekarang nggak, ya sudah mereka kirim uang saja. Dan karena tak ada perayaan bersama, yang biasanya beli pakaian untuk Lebaran 3 pasang, kini hanya 1 pasang,” pungkas Tutum.

Sumber : Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *