Tips Investasi Reksa Dana bagi Pemula

Liputan6.com, Jakarta Sebagai salah satu jenis investasi yang menguntungkan, dan tingkat profitabilitas serta minim risiko, reksa dana menjadi salah satu produk perbankan yang populer. Ditambah lagi, reksa dana adalah salah satu jenis investasi dengan modal rendah.

Apa itu Reksa dana?

Investasi reksa dana adalah sekumpulan dana berasal dari masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi pada instrumen investasi lain seperti pasar saham, obligasi, dan lainnya. Apabila mendapatkan keuntungan, dananya akan dibagi sesuai dengan jumlah reksa dana yang Anda beli, demikian dikutip dari rilis OCBC NISP, Minggu (10/10/2021).

Sebenernya reksa dana adalah salah satu jenis investasi yang diperuntukkan tak hanya bagi investor senior tetapi juga pemula, menurut OCBC.

Hal itu dikarenakan setoran awal reksa dana relatif terjangkau dibandingkan dengan aktivitas penanaman modal lainnya. Terdapat pula manajer investasi yang siap memandu serta membantu para investor dalam melakukan aktivitas ini.

Sehingga, Anda tidak perlu khawatir apabila investasi yang dilakukan akan terbengkalai ataupun mengalami kerugian.

Berikut adalah cara investasi reksa dana:

Cara Investasi Reksa Dana

1. Melalui Bank

Pertama, Anda bisa mendatangi kantor cabang bank terdekat dan mengisi formulir, dan memberikan persyaratan dokumen sesuai dengan aturan bank yang ditetapkan.

Langkah selanjutnya, adalah menyerahkan dana yang diinvestasikan kepada bank.

OCBC mengatakan, perlu diingat bahwa bank tidak mengelola uang tersebut, tapi memberikannya kepada rekan perusahaan pengelola investasi reksa dana yang dipilih.

Setelah proses dokumentasi selesai, jumlah dana tersebut akan tertera dalam portofolio Anda.

2. Melalui Aplikasi Reksa Dana

Cara lainnya adalah melalui aplikasi reksa dana. Anda dapat mengunduh aplikasi perusahaan keuangan yang menyediakan instrumen investasi reksa dana.

Pertama, Anda bisa mendaftarkan diri secara daring dengan melengkapi persyaratannya, kemudian memilih reksa dana yang ingin dibeli.

Tetapi baiknya Anda memastikan untuk membandingkannya terlebih dulu dan menyesuaikannya dengan tujuan investasi Anda.

Selanjutnya, mentransfer nominal pembelian reksa dana dengan menggunakan m-banking, e-wallet, atau ATM.

Proses pencatatan data reksa dana umumnya berlangsung selama 48 jam di hari kerja Jika sudah tersimpan, dana yang sudah dibeli akan tertera pada aplikasi Anda.

Salah satu contohnya di Bank OCBC NISP, melalui ONe Mobile, nasabah juga bisa memantau perkembangan reksa dana lewat mobile banking.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain seperti saham, risiko reksa dana termasuk rendah. Namun, pemula tetap perlu memperhatikan hal-hal berikut:

1. Penurunan Nilai

Risiko penurunan nilai, merupakan hal yang perlu diwaspadai sebelum berinvestasi menggunakan reksa dana. Risiko ini bisa disebabkan oleh adanya perubahan harga aset di dalamnya.

Salah satu contohnya, ketika harga saham pada reksa dana turun, maka hal tersebut akan berimbas pula terhadap Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/UP).

2. Likuiditas

Risiko selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah likuiditas, rupanya berkaitan dengan pencairan reksa dana. Hal berikut dapat terjadi ketika manajer investasi terlambat menyediakan dana bagi investor melakukan pembayaran pencairan atau redemption. Di mana menurut peraturan yang berlaku, pembayaran dana dalam hal ini harus dilakukan oleh manajer investasi maksimal 7 hari kerja tidak termasuk hari libur.

3. Wanprestasi

Adapun risiko wanprestasi, yang bisa terjadi apabila manajer investasi tidak mampu membayar kupon dan uang pokok yang telah Anda investasikan karena mengalami kerugian investasi.

4. Ekonomi dan Politik

Investasi, termasuk reksa dana juga bisa terpengaruh dari kondisi ekonomi dan politik di Indonesia. Nilai keuntungan bisa mengalami penurunan jika kondisinya tidak kondusif. Sebaliknya, bila kondisinya baik, maka keuntungan yang Anda dapatkan juga dapat meningkat.

5. Pertanggungan Harta

Pertanggungan harta berisiko terjadi jika terjadi pencurian data pada bank kustodian. Tetapi pada umumnya, bank dan perusahaan investasi telah memberikan asuransi terhadap aset yang dimiliki. Sehingga, Anda tidak perlu khawatir.

Baiknya, Anda memastikan untuk memilih bank dan perusahaan yang kredibel.

Sumber : Liputan 6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *