Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Saham Supplier Apple

Liputan6.com, Singapura – Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan Selasa pagi (19/10/2021) seiring indeks S&P 500 catat kenaikan empat hari berturut-turut di wall street.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,46 persen pada awal perdagangan. Indeks Topix menanjak 0,36 persen. Indeks Korea Selatan Kospi bertambah 0,8 persen.

Demikian juga bursa saham di Australia. Indeks ASX 200 menanjak 0,31 persen. Bank sentral Australia akan rilis pertemuan kebijakan pada Oktober 2021.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,22 persen. Investor juga memonitor supplier Apple di Asia setelah umumkan produk baru pada Senin.

Di Jepang, saham Taiyo Yuden turun 4,09 persen. Saham Murata Manufacturing melemah 2,1 persen. Demikian dilansir dari CNBC, Selasa (19/10/2021).

Di Wall Street, indeks S&P 500 menanjak 0,34 persen menjadi 4.486,46. Indeks Nasdaq bertambah 0,84 persen menjadi 15.021,81. Indeks Dow Jones susut 36,15 poin ke posisi 35.258,61.

Indeks dolar AS berada di posisi 93,94. Indeks dolar AS ini menguat dari posisi sebelumnya 93,9. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 114,28 per dolar AS.

Harga minyak bervariasi pada jam perdagangan di Asia. Harga minyak Brent melemah ke posisi USD 84,28 per barel. Harga minyak berjangka Amerika Serikat naik 0,13 persen ke posisi USD 82,55 per barel.

Penutupan Wall Street pada 18 Oktober 2021

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Senin, 18 Oktober 2021. Wall street sempat dibuka dan berbalik arah naik seiring investor bertaruh pada kelanjutan laporan laba perusahaan besar yang kuat.

Saham Tesla dan Netflix naik menjelang laporan kuartal III 2021 pada pekan ini. Pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 naik 0,3 persen menjadi 4.486,46. Indeks Dow Jones merosot 36,15 poin atau 0,1 persen menjadi 35.258,61. Indeks Nasdaq bertambah 0,8 persen menjadi 15.021,81.

Sejumlah nama perusahaan besar akan melaporkan kinerja keuangan dalam seminggu ke depan, termasuk Netflix, Johnson&Johnson, United Airlines, Procter&Gamble.Selain itu, ada Tesla, Verizon dan IBM. Demikian mengutip dari laman CNBC, Selasa (19/10/2021).

Hasil yang kuat dari laporan kinerja pada pekan pertama termasuk dari bank-bank besar telah mendorong rata-rata indeks utama ke level tertinggi sepanjang masa. Indeks Dow Jones hampir satu persen dari rekor tertingginya. Sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 1,3 persen dan 2,5 persen.

Sedangkan pada awal pekan ini, sejumlah hal yang pengaruhi wall street antara lain China melaporkan produk domestik bruto (PDB) yang mengecewakan dengan pertumbuhan tahunan 4,9 persen pada kuartal III 2021.

Realisasi PDB itu lebih rendah dari perkiraan ekonom sekitar 5,2 persen. Produksi industri di China bulan lalu juga jauh dari harapan.

Sumber : Liputan 6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *