Penghapusan Denda PKB Sampai 31 Desember

YOGYA, KRJOGJA.com – Penghapusan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) masih berlaku hingga 31 Desember 2021. Masyarakat masih bisa memanfaatkan dan mampu mendongkrak pendapatan PKB di masa pandemi Covid-19.

“Sampai akhir September 2021 kami kehilangan potensi pendapatan denda Rp 11,079 miliar. Namun bisa memasukkan pendapatan Rp 47,758 miliar dari Wajib Pajak yang memanfaatkan kebijakan ini,” kata Kepala Kantor Pelayanan Pajak DIY (KPPD/ Samsat) Kota Yogya Bagiya Rakhmadi SH MM di kantornya, Jumat (15/10/2021).

Dijelaskan, potensi denda yang dihapus terdiri dari BBNKB (Balik Nama) sebesar Rp 311,6 juta yang mestinya didapat dari bea balik nama ditambah denda PKB sebesar Rp 10,767 miliar. “Sedang pendapatan masuk dari BBNKB Rp 4,218 miliar dan PKB Rp 43,539 miliar,” terang Bagiya.

Kebijakan bebas denda mampu merangsang untuk menghidupkan kembali STNK agar terdaftar dan teregestrasi dengan membayar PKB. “Pendapatan PKB masa pandemi saat ini sudah berangsur normal kembali di antaranya karena kebijakan penghapusan denda,” ujarnya.

Saat ini layanan geraigerai Samsat Yogya sebanyak 12 unit semuanya sudah beroperasi kembali. “Masa PPKM pendapatan terendah di bulan Juli dan banyak gerai samsat tutup. sementara saat itu hanya masuk 67 persen, bulan Agustus 80 persen, dan September 90 persen. Harapannya Oktober ini sudah normal dengan kamampuan masyarakat mulai naik,” ujarnya.

Bagiya menyebut tantangan ke depan terjadi modernisasi kendaraan listrik. “Dengan kendaraan listrik pajak jauh lebih murah,” ungkapnya. (Vin)

Sumber : KR Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *