Lebaran hingga H+5, Okupansi Hotel di Yogya Diatas 80 Persen

YOGYA, KRJOGJA.com –  Pelonggaran aturan penanggulangan Covid-19 dengan dibukanya pintu masuk ke Yogya, Libur Lebaran tahun ini disambut antusias  hotel dan restoran yang okupansinya rata-rata  mencapai di atas 80 persen, sesuai dengan target yang diharapkan. Turut menggairahkan  industri pariwisata di Yogya

“Okupansi di tanggal  3, 4  Mei 2022 diangka 80,5 persen, di tanggal  5  Mei sedikit turun di angka 80 persen,  sedikit turun dan diperkirakan bertahan di angka 80 persen sampai Sabtu (7/5/2022),” tutur Ketua BPD PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) DIY, Deddy Pranowo Eryono kepada KRJOGJA.com, Jumat (6/5/2022).
Menurut Deddy kondisi ini sangat mengembirakan dan telah mendekati kondisi sebelum pandemi Covid-19 di Lebaran tahun  2019 yang okupansinya mencapai 90,5 persen.
“Bandingkan saat pandemi 2021 dan 2022 hotel dan restoran DIY tidak hanya remuk tapi ambyar dengan okupansi minim di bawah 30 persen,” ungkap Deddy
Saat ini rata dengan rata-rata lama tinggal (length of stay) di hotel selama 1,8 hari di DIY menunjukkan tamu hotel juga menyempatkan berwisata si Yogya sehingga pariwisata pulih kembali.
“Selain ke destinasi wisata juga berburu kuliner dan oleh-oleh khas Yogya,” ujarnya menyebutkan ada 238 hotel bintang dan 252 hotel non bintang anggota PHRI DIY.
Demikian pula Ketua Umum DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardyanto Setya Aji menyebutkan okupansi hotel setelah Lebaran meningkat signifikan di lokasi strategis hotel berbintang bahkan mencapai 90-100 persen.
“Industri dan usaha  pariwisata terdampak positif, seperti UMKM/UKM Kuliner, oleh-oleh. Wisata pantai dan Gunung masih jadi favorit selain juga destinasi wisata baru di Kulonprogo dan Gunungkidul,” jelasnya.
Senada Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Yogyakarta, Herryadi Baiin menyebutkan tingkat hunian hotel di Yogya meningkat mulai dari tanggal 2 hingga puncaknya tanggal 3, 4 dan 5 hampir semua hotel di Yogya mencapai 100 persen. Diharapkan okupansi penuh hingga  6 Mei  karena. 7 Mei sudah mulai banyak wisatawan yang kembali ke kota nya masing masing.
“Sebagaimana surat himbauan kami dari Satgas BPD PHRI yang mewajibkan tamu hotel untuk melakukan scan peduli lindungi sebelum memasuki area hotel, dan terlihat juga kesadaran wisatawan yang tetap menggunakan masker saat berada di lingkungan hotel,” jelas Herryadi yang juga Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 BPD PHRI DIY.
Lebih lanjut Deddy Eryono menyebutkan trend rata-rata okupansi setelah meningkat hingga rata-rata 80 persen  setelah Lebaran s/d tanggal 5 Mei 2022, maka pada tanggal  6-12 Mei turun lagi jadi 40-60 persen. Selanjutnya di tanggal 13 Mei s/d akhir Mei 2022 ada kenaikan lagi didominasi tamu-tamu rombongan,” pungkasnya. (Vin)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *